Saya mengerti kenapa harus seperti ini akhirnya
Sebab menerima kekalahan ialah sebuah keharusan
Keharusan yang dipaksakan saya terima
Saya mencoba untuk ikhlas
Saya terus mencoba untuk menerima, dan
Saya masih mencoba untuk merelakan bukan melupakan
Sebab melupakan ialah penyangkalan
Penyangkalan hanya menghasilkan kepedihan yang kian mendera
Mengiba jadi bahan sehari-hari yang tak pernah saya mau
Jadi tolonglah,
Jangan menari didepan saya
Lukanya masih basah
Saya tak ingin kepenatan ini jadi amarah
Karna ia hanya menghasilkan bencana
Sekali lagi tolong
Hentikan tarian itu untuk sementara!
Muharram, 20 juli 2014
Untuk calon presidenku
Sabtu, 19 Juli 2014
Jumat, 18 April 2014
pemikiran gila
dalam beberapa hari ini, aku selalu merenung
bertanya pada diri sendiri tentang apa yang bisa dan tak bisa
"kalau saja" ialah frasa pembuka setiap renungan ini
dan hampir pasti berakhir dengan dengusan nafas kecewa
atau hanya tatapan sendu sambil memandang langit yang begerak
orang-orang lalu-lalang pertama-tama bertanya "kenapa?"
ketika ku jawab "tak ada apa-apa" mereka pun pergi begitu saja
ada juga yang bertanya tapi ku jawab hanya dengan senyuman
ketika mulai bosan mereka bertanya seperti itu, mereka mulai tak peduli
sebagian hanya melihat sambil tersenyum ketika bertatap mata
sebagian besar malah seakan menganggap aku tak ada
sebagian lain mungkin sudah menganggap aku gila
kemungkinan aku gila mungkin saja ada
aku gila karena memikirkan masa lalu yang mengecewakan
dan masa depan yang terlihat begitu suram
tapi apakah orang gila masih memikirkan masa lalu dan kedepannya?
pertanyaan ini hanya bisa dijawab oleh mantan orang gila atau orang yang masih gila
adakah diantara mereka?
atau anda?
atau kenalan anda?
atau malah kenalan dari kenalan anda?
kalau memang ada tolong beri jawaban pertanyaan gila saya
lalu ketika hari menjadi senja seperti ini
aku beranjak dari kursi panjang warung kopi menuju pedagang nasi goreng
aku bertanya padanya "pernah bapak punya cita-cita yang kesampaian?"
lelaki tua polos ini lalu bercerita tentang cita-citanya menjadi seorang tentara
prajurit negara yang berseragam loreng dengan bot gelap berat
ia telah jual sawah bapaknya demi membayar seorang "perwira"
sebagai jalan tol menuju abdi negara, tapi hingga usianya tak cukup ia tak pernah dipanggil
untuk sekedar mengisi formulir masuk menjadi pelajar tentara
sawah yang dua petak itu pun kini telah menjadi ruko dan "sang perwira" hilang entah kemana
ada desas-desus mengatak tak cuma ia saja yang tertipu tapi puluhan di desanya
kini pak tua polos itu tiap hari menjadi abdi perut rakyat
mendengar cerita sedih itu, tiba-tiba aku merasa lebih beruntung. lebih bahagia
tapi, pak tua itu bercerita lagi.
bahwa cita-citanya ketika telah beranak-pinak telah tercapai.
ia telah menikahkan dua gadis manis anaknya dengan seorang perwira dan seorang polisi
mereka hidup berkecukupan dan bahagia.
malah dua anak manis dan para menantunya itu telah mendaftarkannya naik haji
meski ia baru bisa melaksanakannya 16 tahun lagi.
ia bahagia sebagai penjual nasi goreng yang begadang tiap malam.
kini aku merasa sedih kembali diantara keharuan lelaki tua polos ini
aku yang masih muda ini tiap hari hanya nongkrong di warung kopi
memikirkan apa yang tak kulakukan dan apa yang sulit ku gapai
sementara pak tua ini masih terus berusaha hingga malam jadi siang, siang jadi malam
ah!
andai aku punya segalanya.
andai aku punya uang banyak
andai aku pintar sekolah
andai aku punya motor ninja
andai aku punya kekasih cantik
andai aku punya banyak usaha
andai aku segalanya,.....
-muharram, 19 april 2014-
bertanya pada diri sendiri tentang apa yang bisa dan tak bisa
"kalau saja" ialah frasa pembuka setiap renungan ini
dan hampir pasti berakhir dengan dengusan nafas kecewa
atau hanya tatapan sendu sambil memandang langit yang begerak
orang-orang lalu-lalang pertama-tama bertanya "kenapa?"
ketika ku jawab "tak ada apa-apa" mereka pun pergi begitu saja
ada juga yang bertanya tapi ku jawab hanya dengan senyuman
ketika mulai bosan mereka bertanya seperti itu, mereka mulai tak peduli
sebagian hanya melihat sambil tersenyum ketika bertatap mata
sebagian besar malah seakan menganggap aku tak ada
sebagian lain mungkin sudah menganggap aku gila
kemungkinan aku gila mungkin saja ada
aku gila karena memikirkan masa lalu yang mengecewakan
dan masa depan yang terlihat begitu suram
tapi apakah orang gila masih memikirkan masa lalu dan kedepannya?
pertanyaan ini hanya bisa dijawab oleh mantan orang gila atau orang yang masih gila
adakah diantara mereka?
atau anda?
atau kenalan anda?
atau malah kenalan dari kenalan anda?
kalau memang ada tolong beri jawaban pertanyaan gila saya
lalu ketika hari menjadi senja seperti ini
aku beranjak dari kursi panjang warung kopi menuju pedagang nasi goreng
aku bertanya padanya "pernah bapak punya cita-cita yang kesampaian?"
lelaki tua polos ini lalu bercerita tentang cita-citanya menjadi seorang tentara
prajurit negara yang berseragam loreng dengan bot gelap berat
ia telah jual sawah bapaknya demi membayar seorang "perwira"
sebagai jalan tol menuju abdi negara, tapi hingga usianya tak cukup ia tak pernah dipanggil
untuk sekedar mengisi formulir masuk menjadi pelajar tentara
sawah yang dua petak itu pun kini telah menjadi ruko dan "sang perwira" hilang entah kemana
ada desas-desus mengatak tak cuma ia saja yang tertipu tapi puluhan di desanya
kini pak tua polos itu tiap hari menjadi abdi perut rakyat
mendengar cerita sedih itu, tiba-tiba aku merasa lebih beruntung. lebih bahagia
tapi, pak tua itu bercerita lagi.
bahwa cita-citanya ketika telah beranak-pinak telah tercapai.
ia telah menikahkan dua gadis manis anaknya dengan seorang perwira dan seorang polisi
mereka hidup berkecukupan dan bahagia.
malah dua anak manis dan para menantunya itu telah mendaftarkannya naik haji
meski ia baru bisa melaksanakannya 16 tahun lagi.
ia bahagia sebagai penjual nasi goreng yang begadang tiap malam.
kini aku merasa sedih kembali diantara keharuan lelaki tua polos ini
aku yang masih muda ini tiap hari hanya nongkrong di warung kopi
memikirkan apa yang tak kulakukan dan apa yang sulit ku gapai
sementara pak tua ini masih terus berusaha hingga malam jadi siang, siang jadi malam
ah!
andai aku punya segalanya.
andai aku punya uang banyak
andai aku pintar sekolah
andai aku punya motor ninja
andai aku punya kekasih cantik
andai aku punya banyak usaha
andai aku segalanya,.....
-muharram, 19 april 2014-
Senin, 07 April 2014
demokrasi kebohongan
beberapa lari terbirit mendengar namanya
sebagian kabur ketika melihat bayangnya di matahari
sedikit saja yang tetap diam ketika ia datang
beberapa diam tak sadar
sebagian tak mampu bergerak karena takut
sedikit saja yang menunggu karena ingin
beberapa keinginan itu hanya penasaran
sebagian karena ingin mendengarkan
sedikit saja yang memang jatuh hati.
aku dimana?
aku dimana?
aku dimana?
wahai, demokrasi kebohongan pergilah!
kami menanti kebijaksanaan tanpa nama dan teori
muharram, 7 april 14
sebagian kabur ketika melihat bayangnya di matahari
sedikit saja yang tetap diam ketika ia datang
beberapa diam tak sadar
sebagian tak mampu bergerak karena takut
sedikit saja yang menunggu karena ingin
beberapa keinginan itu hanya penasaran
sebagian karena ingin mendengarkan
sedikit saja yang memang jatuh hati.
aku dimana?
aku dimana?
aku dimana?
wahai, demokrasi kebohongan pergilah!
kami menanti kebijaksanaan tanpa nama dan teori
muharram, 7 april 14
Selasa, 18 Februari 2014
Renungan : kerja Keras
"sayalah orang yang paling kerja keras di tempat ini. tapi mengapa saya hanya mendapatkan balasan sesedikit ini"
"saya kerja lebih awal dan mengakhirinya paling akhir, tapi mengapa tak ada orang yang menghargainya"
"saya jauh lebih baik daripada dia, tapi kenapa dia yang mendapatkan lebih dari bos"
"saya mengerjakan semua hal dengan hasil yang tak pantas"
dan banyak lagi keluh kesah para pekerja yang merasa dia pantas mendapat lebih. setiap melihat kebaikan didapat orang lain. ia akan membandingkan dengan dirinya yg "menderita". semua itu sangat manusiawi sebab manusia selalu meminta lebih dan jarang sekali mensyukuri apa yang didapat saat ini. siapapun ia meski seorang tukang sapu, santri, pejabat camat sampai negara pasti pernah merasakan hal ini kecuali mereka yang telah diberkahi sifat ikhlas dalam dirinya oleh Tuhan.
tapi semua itu merupakan pandangan sepihak atau ego, ego belum menanyakan pada ego lain apakah pernyataannya itu benar. kita selalu mengatakan aku aku dan aku. kita jarang melihat apa yang didapat orang lain yang lebih kecil dari kita.
mulailah dengan jujur terhadap diri sendiri. ajaran agama islam melarang kita mengeksploitasi orang lain namun juga melarang kita menjadi yang dieksploitasi. kita harus jujur lalu bertindak. tanyakan pada mereka yang dibawah dan di atas. bagaimana pandangan mereka tentang diri kita. bila ternyata kita di eksploitasi maka mintalah yang sesuai dengan kerja kita atau berhentilah. pekerjaan bukan hanya di satu tempat dan dunia tidak akan selesai bila kita keluar dari pekerjaan itu.
namun, bila kita ternyata mendapatkan lebih dari yang sepantasnya kita dapat maka bekerjalah lebih baik. jangan mengambil keuntungan atas situasi itu.
saya ingat perkataan Dahlan Iskan yang tersebar di dunia maya
"daripada mengeluh terus, berhentilah bekerja. masih banyak orang lain yang mau bekerja dan tanpa mengeluh bisa menunjukkan kemajuan"
sekali lagi, jadilah manusia muslim yang seimbang antara hak dan kewajiban. jangan mau dieksploitasi dan jangan mengeksploitasi.
bila anda seorang atasan, maka berbuatlah adil dengan bawahan anda. sebab kelak akan ada pertanyaan di alam kubur seberapa bijaksana kita memimpin bawahan kita.
bila anda seorang bawahan, bekerjalah dengan baik sesuai dengan tanggung jawab dan ambillah hasil sesuai dengan tanggung jawab itu. pertanyaannya pun akan berbeda hanya pada seberapa tanggungjawakah kita terhadap pekerjaan kita.
semoga menjdi renungan yang bermanfaat untuk semua yang membaca dan yang dibacakan.
"saya kerja lebih awal dan mengakhirinya paling akhir, tapi mengapa tak ada orang yang menghargainya"
"saya jauh lebih baik daripada dia, tapi kenapa dia yang mendapatkan lebih dari bos"
"saya mengerjakan semua hal dengan hasil yang tak pantas"
dan banyak lagi keluh kesah para pekerja yang merasa dia pantas mendapat lebih. setiap melihat kebaikan didapat orang lain. ia akan membandingkan dengan dirinya yg "menderita". semua itu sangat manusiawi sebab manusia selalu meminta lebih dan jarang sekali mensyukuri apa yang didapat saat ini. siapapun ia meski seorang tukang sapu, santri, pejabat camat sampai negara pasti pernah merasakan hal ini kecuali mereka yang telah diberkahi sifat ikhlas dalam dirinya oleh Tuhan.
tapi semua itu merupakan pandangan sepihak atau ego, ego belum menanyakan pada ego lain apakah pernyataannya itu benar. kita selalu mengatakan aku aku dan aku. kita jarang melihat apa yang didapat orang lain yang lebih kecil dari kita.
mulailah dengan jujur terhadap diri sendiri. ajaran agama islam melarang kita mengeksploitasi orang lain namun juga melarang kita menjadi yang dieksploitasi. kita harus jujur lalu bertindak. tanyakan pada mereka yang dibawah dan di atas. bagaimana pandangan mereka tentang diri kita. bila ternyata kita di eksploitasi maka mintalah yang sesuai dengan kerja kita atau berhentilah. pekerjaan bukan hanya di satu tempat dan dunia tidak akan selesai bila kita keluar dari pekerjaan itu.
namun, bila kita ternyata mendapatkan lebih dari yang sepantasnya kita dapat maka bekerjalah lebih baik. jangan mengambil keuntungan atas situasi itu.
saya ingat perkataan Dahlan Iskan yang tersebar di dunia maya
"daripada mengeluh terus, berhentilah bekerja. masih banyak orang lain yang mau bekerja dan tanpa mengeluh bisa menunjukkan kemajuan"
sekali lagi, jadilah manusia muslim yang seimbang antara hak dan kewajiban. jangan mau dieksploitasi dan jangan mengeksploitasi.
bila anda seorang atasan, maka berbuatlah adil dengan bawahan anda. sebab kelak akan ada pertanyaan di alam kubur seberapa bijaksana kita memimpin bawahan kita.
bila anda seorang bawahan, bekerjalah dengan baik sesuai dengan tanggung jawab dan ambillah hasil sesuai dengan tanggung jawab itu. pertanyaannya pun akan berbeda hanya pada seberapa tanggungjawakah kita terhadap pekerjaan kita.
semoga menjdi renungan yang bermanfaat untuk semua yang membaca dan yang dibacakan.
Minggu, 16 Februari 2014
renungan ; bayangan nyamuk
seperti seorang becermin dan melihat nyamuk
lalu ingin membunuhnya
tapi bayangan nyamuk di cermin yang dipukul
bukan nyamuk yang mati tapi sakit tangan sendiri.
marah,
ia pukul bayangan cermin lagi hingga tangan berdarah
menangis ia
menyesal ia
pukul lagi bayangan nyamuk hingga makin berdarah
itulah manusia bodoh
lalu ingin membunuhnya
tapi bayangan nyamuk di cermin yang dipukul
bukan nyamuk yang mati tapi sakit tangan sendiri.
marah,
ia pukul bayangan cermin lagi hingga tangan berdarah
menangis ia
menyesal ia
pukul lagi bayangan nyamuk hingga makin berdarah
itulah manusia bodoh
Sabtu, 08 Februari 2014
serial nabi : Nabi Yusuf A. S.
Yusuf (Arab يوسف ) (sekitar 1745-1635 SM)adalah salah satu nabi agama samawi. Ia juga merupakan salah satu dari 12 putra Yaqub dan merupakan cucu dari Ibrahim. Ia diangkat menjadi nabi pada tahun 1715 SM dan ia ditugaskan berdakwah kepada Kanʻān dan Hyksos di Mesir. Namanya disebutkan sebanyak 27 kali di dalam Al-Quran. Ia memiliki 2 anak laki dan 1 anak perempuan dan ia wafat di Nablus Palestina.
Sedangkan Ibnu Katsir dalam kitabnya yang berjudul Qishashul Anbiya’ menuliskan bahwa Yusuf menikahi Ra’il binti Ra’ayil, janda dari Qithfir, kemudian lahirlah dua orang putra, yakni Afrayim dan Mansa.
Kasih sayang berlebihan yang diperolehnya dari Nabi Yaqub membuat iri dan dengki saudara-saudara yang mewujudkan komplot menarik perhatian bapak mereka. Mereka berencana untuk membunuh beliau.
Yahudza, anak lelaki keempat dari Yakub dan yang paling tampan dan bijaksana di antara mereka tidak setuju dengan rencana pembunuhan itu karena perlakuan tersebut adalah dilarang. Maka, demi menghalau Yusuf, dia merencanakan untuk mencampakkan beliau ke dalam sebuah 'sumur tua' yang terletak di persimpangan jalan tempat kafilah-kafilah dagang dan para musafir beristirahat. Dengan itu, kemungkinan Yusuf akan diselamatkan dari sumur tersebut dan di bawa oleh siapa saja untuk dijadikan budak.
Beberapa tahun kemudian, raja bermimpi dan menanyakan apa artinya. Penuang minuman tersebut akhirnya ingat pada Yusuf, dan ia menanyakan Yusuf apa arti mimpi raja. Yusuf menafsirkan mimpi raja bahwa akan terjadi tujuh panen yang berlimpah, kemudian diikuti tujuh panen yang sedikit, dan kemudian ada tahun yang penuh dengan hujan. Raja yang mendengar tafsir Yusuf, akhirnya memanggilnya. Namun, sebelumnya Yusuf meminta kepada orang-orang yang menuduhnya ditanyai apa yang sebenarnya terjadi. Zulaikha akhirnya mengakui apa yang dilakukannya pada Yusuf. Yusuf akhirnya dibebaskan dan raja menghendaki ia bekerja untuknya. Yusuf akhirnya meminta agar ia ditugaskan untuk mengurus hasil bumi di negeri itu.
Selama tahun-tahun yang diramalkan paceklik, saudara-saudara Yusuf datang ke Mesir untuk meminta makanan. Mereka diperbolehkan menghadap Yusuf yang mengenal mereka, namun mereka tidak. Yusuf meminta mereka jika ingin meminta makanan lagi, mereka diharuskan membawa adik laki-laki bungsu mereka. Mereka akhirnya membawa adik bungsu mereka pada pertemuan berikutnya. Pada adik bungsunya itulah, Yusuf mengungkapkan kisahnya bahwa ia dipelakukan jahat oleh kakak-kakaknya. Yusuf akhirnya bekerja sama dengan adiknya. Adiknya untuk sementara ditinggal bersamanya. Yusuf berpura-pura bahwa adiknya ditahan karena mencuri gelas minum raja. Pada saat itu juga, Yaqub kehilangan penglihatannya karena merasa kehilangan Yusuf dan saudaranya.
Ketika saudara-saudara Yusuf datang lagi kepadanya, Yusuf mengungkapkan jati dirinya pada mereka.
Saudara-saudara Yusuf akhirnya meminta maaf atas tindakan mereka. Yusuf kemudian meminta mereka membawakan bajunya kepada ayahnya dan mengusapkan pada wajah ayahnya untuk memulihkan penglihatannya dan juga memerintahkan mereka untuk membawa orangtua dan keluarga mereka ke Mesir. Setelah tiba di Mesir, orang tua dan saudara-saudaranya bersujud untuk menghormatinya. Yusuf kemudian mengingatkan akan mimpinya di masa muda yang ditafsirkan oleh ayahnya; sebelas planet, matahari, dan bulan bersujud padanya.[
--- sumber : wikipedia ---
Genealogi
Yusuf adalah cucu dari Ishaq, silsilah lengkapnya adalah Yusuf bin Yakub bin Ishaq bin Ibrahim bin Azar bin Nahur bin Suruj bin Ra'u bin Falij bin 'Abir bin Syalih bin Arfahsad bin Syam bin Nuh. Yusuf merupakan putera ketujuh (ada sumber mengatakan anak kesebelas) Yakub dan Yusuf mempunyai ibu yang dikenali sebagai Rahil dengan adiknya, Bunyamin. Yusuf menikah dengan seorang gadis yang bernama Ashenath kemudian memiliki dua orang anak yang bernama Manessa dan Ephiraim.Sedangkan Ibnu Katsir dalam kitabnya yang berjudul Qishashul Anbiya’ menuliskan bahwa Yusuf menikahi Ra’il binti Ra’ayil, janda dari Qithfir, kemudian lahirlah dua orang putra, yakni Afrayim dan Mansa.
Biografi
Yusuf mempunyai 12 orang saudara lelaki dan mempunyai rupa yang tampan dan dimanja oleh bapaknya. Walau bagaimanapun, ibu kandungnya wafat ketika ia berusia 12 tahun.Kasih sayang berlebihan yang diperolehnya dari Nabi Yaqub membuat iri dan dengki saudara-saudara yang mewujudkan komplot menarik perhatian bapak mereka. Mereka berencana untuk membunuh beliau.
Yahudza, anak lelaki keempat dari Yakub dan yang paling tampan dan bijaksana di antara mereka tidak setuju dengan rencana pembunuhan itu karena perlakuan tersebut adalah dilarang. Maka, demi menghalau Yusuf, dia merencanakan untuk mencampakkan beliau ke dalam sebuah 'sumur tua' yang terletak di persimpangan jalan tempat kafilah-kafilah dagang dan para musafir beristirahat. Dengan itu, kemungkinan Yusuf akan diselamatkan dari sumur tersebut dan di bawa oleh siapa saja untuk dijadikan budak.
Kisah dalam Al-Qur'an
Al-Qur'an mengawali kisah Yusuf saat ia masih muda. Ia bermimpi melihat sebelas bintang, matahari, dan bulan bersujud padanya (Yusuf [12]:4). Mimpi itu ia beritahukan kepada ayahnya, Yaqub yang menyuruhnya agar tidak memberitahukan mimpi itu kepada saudara-saudaranya yang pencemburu (Yusuf [12]:5). Yusuf juga merupakan anak yang paling disayangi Yaqub, sehingga saudaranya merasa cemburu dan mereka merencanakan suatu rencana untuk membuang Yusuf (Yusuf [12]:8). Saudara-saudara Yusuf meminta izin pada Yaqub untuk membawa Yusuf pergi bersama mereka, dan mereka diizinkan. Dalam perjalanan, Yusuf dimasukkan ke dalam sumur dan ditinggal pergi oleh saudara-saudaranya hingga kemudian ia ditemukan oleh kafilah dagang yang kemudian menjualnya di Mesir. Orang yang membeli Yusuf adalah Qithfir, seorang raja Mesir yang mempunyai julukan Al Aziz.Mukjizat
Ketampanan rupa
Yusuf di dalam Al-Qur'an dikatakan sebagai pria tertampan di dunia.[1] Pernyataan ini digambarkan ketika Yusuf tumbuh remaja, istri tuannya yang bernama Zulaikha menggodanya karena tidak bisa menahan daya tarik ketampanannya dan setiap wanita yang melihatnya pasti terkesima, namun Yusuf menolaknya (Yusuf [12]:23). Sehingga ia mengancam Yusuf akan dipenjarakan, jika tidak mengikuti perintahnya (Yusuf [12]:32). Namun, Yusuf tetap teguh dan ia akhirnya dipenjarakan (Yusuf [12]:33). Yusuf dipenjarakan bersama dua orang tahanan.Pentakwil mimpi
Di dalam penjara, mereka mengetahui bahwa Yusuf memiliki kejujuran yang tinggi dan dapat menafsirkan mimpi (Yusuf [12]:36). Yusuf berhasil dalam menafsirkan mimpi 2 tahanan lainnya, mimpi mereka adalah bahwa salah satu dari mereka akan dihukum mati, dan yang lainnya akan dibebaskan dan kembali bekerja sebagai penuang air minum raja. Maka, Yusuf meminta pada temannya yang akan dibebaskan untuk mengemukakan masalahnya kepada raja. Namun, ketika dibebaskan, ia melupakan Yusuf, sehingga ia tetap dipenjara.Beberapa tahun kemudian, raja bermimpi dan menanyakan apa artinya. Penuang minuman tersebut akhirnya ingat pada Yusuf, dan ia menanyakan Yusuf apa arti mimpi raja. Yusuf menafsirkan mimpi raja bahwa akan terjadi tujuh panen yang berlimpah, kemudian diikuti tujuh panen yang sedikit, dan kemudian ada tahun yang penuh dengan hujan. Raja yang mendengar tafsir Yusuf, akhirnya memanggilnya. Namun, sebelumnya Yusuf meminta kepada orang-orang yang menuduhnya ditanyai apa yang sebenarnya terjadi. Zulaikha akhirnya mengakui apa yang dilakukannya pada Yusuf. Yusuf akhirnya dibebaskan dan raja menghendaki ia bekerja untuknya. Yusuf akhirnya meminta agar ia ditugaskan untuk mengurus hasil bumi di negeri itu.
Selama tahun-tahun yang diramalkan paceklik, saudara-saudara Yusuf datang ke Mesir untuk meminta makanan. Mereka diperbolehkan menghadap Yusuf yang mengenal mereka, namun mereka tidak. Yusuf meminta mereka jika ingin meminta makanan lagi, mereka diharuskan membawa adik laki-laki bungsu mereka. Mereka akhirnya membawa adik bungsu mereka pada pertemuan berikutnya. Pada adik bungsunya itulah, Yusuf mengungkapkan kisahnya bahwa ia dipelakukan jahat oleh kakak-kakaknya. Yusuf akhirnya bekerja sama dengan adiknya. Adiknya untuk sementara ditinggal bersamanya. Yusuf berpura-pura bahwa adiknya ditahan karena mencuri gelas minum raja. Pada saat itu juga, Yaqub kehilangan penglihatannya karena merasa kehilangan Yusuf dan saudaranya.
Ketika saudara-saudara Yusuf datang lagi kepadanya, Yusuf mengungkapkan jati dirinya pada mereka.
Saudara-saudara Yusuf akhirnya meminta maaf atas tindakan mereka. Yusuf kemudian meminta mereka membawakan bajunya kepada ayahnya dan mengusapkan pada wajah ayahnya untuk memulihkan penglihatannya dan juga memerintahkan mereka untuk membawa orangtua dan keluarga mereka ke Mesir. Setelah tiba di Mesir, orang tua dan saudara-saudaranya bersujud untuk menghormatinya. Yusuf kemudian mengingatkan akan mimpinya di masa muda yang ditafsirkan oleh ayahnya; sebelas planet, matahari, dan bulan bersujud padanya.[
--- sumber : wikipedia ---
Serial nabi : Nabi Nuh A. S.
Nuh menurut Islam
Etimologi
Suyuti menceritakan bahwa nama Nuh bukan berasal dari bahasa Arab, tetapi dari bahasa Syria yang artinya “bersyukur” atau “selalu berterima kasih”. Hakim berkata dinamakan Nuh karena seringnya dia menangis, nama aslinya adalah Abdul Ghafar (Hamba dari Yang Maha Pengampun).Sedangkan menurut kisah dari Taurat nama asli Nuh adalah Nahm yang kemudian menjadi nama sebuah kota, kuburan Nuh berada di desa al Waqsyah yang dibangun didaerah Nahm.[6]
Nuh mendapat gelar dari Allah dengan sebutan Nabi Allah dan Abdussyakur yang artinya “hamba (Allah) yang banyak bersyukur”.[7]
Genealogi
Dalam agama Islam, Nuh adalah nabi ketiga sesudah Adam, dan Idris. Ia merupakan keturunan kesembilan dari Adam. Ayahnya adalah Lamik (Lamaka) bin Metusyalih|Mutawasylah (Matu Salij) bin Idris bin Yarid bin Mahlail bin Qainan bin Anusyi bin Syits bin Adam. Antara Adam dan Nuh ada rentang 10 generasi dan selama periode kurang lebih 1642 tahun.Nuh hidup selama 950 tahun. Ia mempunyai istri bernama Wafilah,[8] sedangkan beberapa sumber mengatakan istri Nuh adalah Namaha binti Tzila atau Amzurah binti Barakil[9] dan memiliki empat orang putra, yaitu Kanʻān, Yafith, Syam dan Ham.
Biografi
Nuh adalah Rasul Allah yang pertama yang diutus ke atas bumi ini, sedangkan Adam, Syits dan Idris yang diutus sebelumnya hanyalah bertaraf Nabi saja, bukan sebagai Rasul karena mereka tidak memiliki umat atau kaum.Dari Ibnu Katsir bahwa Nuh diutus untuk kaum Bani Rasib. Dia lahir 126 tahun sepeninggal Nabi Adam AS, sedangkan menurut Ahli Kitab dia lahir 140 tahun sepeninggal Nabi Adam. Dia adalah utusan yang pertama yang diutus untuk umat manusia. Penduduk yang diserunya dikenal dengan Banu Rasib.
Dari Ibnu Abi Hatim : Abu Umamah mendengar seorang berkata kepada Nabi “Wahai Utusan Tuhan, apakah Adam seorang Nabi?” Nabi menjawab “Ya”. Orang tersebut bertanya lagi: “Berapa Lama antaranya dengan Nuh?” maka Nabi Menjawab “sepuluh generasi”
Ibnu Abbas menceritakan Bahwa nabi Nuh diutus pada kaumnya ketika berumur 480 tahun. Masa kenabiannya adalah 120 tahun dan berdakwah selama 5 abad. Dia mengarungi banjir ketika ia berumur 600 tahun, dan kemudian setelah banjir ia hidup selama 350 tahun.
Ibnu Abi Hatim dari Urwah bin Al Zubayr bahwa Wadd, Suwa, Yaghuth, Ya’uq dan Nasr adalah anak nabi Adam. Wadd adalah yang tertua dari mereka dan yang paling saleh di antara mereka.
Ibnu Abbas menceritakan bahwa ketika Nabi Isa menghidupkan Ham bin Nuh, dia bertanya kepadanya kenapa rambutnya beruban, ia menjawab dia meninggal di saat usia muda karena ketakutannya ketika banjir. Ia berkata bahwa panjang kapal Nuh adalah 1200 Kubit dan lebarnya 600 Kubit dan mempunyai 3 lapisan.
Migrasi dari Suq Thamanim ke Babylonia
Ibnu Thabari menceritakan setelah kapal berlabuh di pegunungan Ararat, ia kemudian membangun suatu kota di daerah Ararat (Qarda) di suatu areal yang termasuk Mesopotamia dan menamakan kota tersebut Themanon (Kota delapan Puluh) karena kota tersebut dibangun oleh orang yang beriman yang berjumlah 80 orang. Sekarang tempat tersebut dikenal dengan nama Suq Thamanin.Ibnu Abbas kemudian menceritakan bahwa Nuh membangun kota Suq Thamanin dan semua keturunan Qayin dibinasakan. Menurut Al-Harith dari Ibnu Sad dari Hisham bin Muhammad dari ayahnya dari Abu Shalih dari Ibnu Abbas berkata ”ketika Suq Thamanin menjadi penuh dengan keturunan Nuh mereka berpindah ke Babylon dan membangun kota tersebut”.
Abd al Ghafar menceritakan ketika kapal berlabuh di bukit Judi pada hari Ashura.
Doa Nuh kepada Keturunannya
Ibnu Ishaq mengatakan bahwa Nuh mendoakan ketiga putranya. Nuh mendoakan keturunan Sam menjadi nabi-nabi dan rasul. Nuh mendoakan keturunan Yafith untuk menjadi raja-raja, sedangkan dari keturunan Ham dia doakan agar menjadi abdi dari keturunan Yafith dan Sam.Ketika Nuh menginjak usia lanjut, ia mendoakan agar keturunan Gomer dan Kush menjadi raja-raja, karena mereka berdua ini melayani kakeknya disaat usianya lanjut.
Ibnu Abbas menceritakan bahwa keturunan Sam menurunkan bangsa kulit putih, Yafith menurunkan bangsa berkulit merah dan coklat, Sedangkan ham menurunkan bagsa Kulit hitam dan sebagian kecil berkulit putih.
Anak
- Kanʻān bin Nuh
- Yafith bin Nuh
- Sam bin Nuh
- Ham bin Nuh
Menurut Ibnu Ishaq tidak diketahui apakah Aram adalah satu ibu atau dari ibu yang berbeda dengan anak Sam lainnya. Sam berdiam di Mekkah dan dari keturunannya yaitu Arpaksyad menurunkan nabi dan rasul. Kemudian dari nya menurunkan bangsa Arab dan bangsa Mesir kuno. Keturunan Yafith menjadi raja untuk wilayah non arab seperti Turki, Khazar dan Persia yang raja terakhirnya adalah Yazdajird bin Shahriyar bin Abrawiz yang masih merupakan keturunan Gomer bin Yafith bin Nuh.
Keturunan Sam berdiam di Majdal yang berada di pusat bumi yang daerah tersebut berada di Satidama (suatu daerah bagian utara Irak atau dibagian Timur Anatolia), di antara Yaman dan Syria. Tuhan memberikan mereka kitab dan kenabian serta memberikan warna kulit yang coklat dan putih.
Bangsa ʿĀd berkembang di suatu lembah yang dinamakan Al-Shihr (Bagian Selatan Arabia menghadap lautan Hindia) dan dibinasakan disuatu lembah yang dinamakan Lembah Mughith.
Kemudian Mahrah menetap di lembah Al-Shihr. Ubayl berkembang di wilayah Yasthrib, Amalek berkembang di Sana sebelum dinamakan Sana. Beberapa dari keturunan Amalek kemudian pergi ke Yastrib dan mengusir bangsa Ubayl, yang kemudian Jubayl berkembang di wilayah Juhfah, tapi banjir membinasakan mereka sehingga dinamakan wilayah tersebut Al-Juhfah (tempat penyapuan).
Thamud berdiam di Hijr dan di sekitarnya dan dibinasakan di sana. Tasm dan Judays berdiam di Yamamah dan kemudian dibinasakan, ketika Umaym memasuki wilayah Al Abar (Wabar, suatu tempat di Yaman) dan dibinasakan di sana. Di sekitar Yamamah dan Al Shihr tidak ada yang bepergian di sana karena wilayahnya telah dikuasai Jin. Daerah tersebut dikenal dengan Ubar karena berasal dari nama Abar bin Umaym.
Keturunan Joktan bin Eber memasuki Yaman dan kemudian menamainya Yaman yang berarti Selatan. Beberapa kaum dari Kan'an memasuki Syria yang namanya adalah Al-Sha’m maka dari itu wilayah Syria dahulu dikenal dengan nama Syam.
Diceritakan dari Damrah bin Rabiah dari Ibnu Ata dari Ayahnya bahwa Ham menurunkan keturunan yang berkulit hitam dan berambut keriting. Rambut mereka tipis. Yafith menurunkan keturunan yang berwajah datar dan bermata kecil atau sipit, sedangkan Sam menurunkan keturunan yang berwajah tampan dan berambut indah.
-- sumber wikipedia --
Kamis, 06 Februari 2014
silabus dasar pelatihan teater : Konsentrasi
Konsentrasi
Tujuan Umum :
mengenalkan teori dan teknik konsentrsi kepada peserta didik
Tujuan Khusus :
memberikan pengalaman konsentrasi peserta didik dalam memainkan peran
Waktu Pelatihan : disesuaikan dengan keadaan
peserta, pelatih dan instansi terkait.
Pelatihan :
1.
Hakikat konsentrasi dan macam bentuknya.
2.
Pelatihan mengawali konsentrasi dengan beberapa
teknik.
3.
Melatih konsentrasi dengan memainkan peran yang
dibacakan dengan cepat.
Pencapaian materi minimal :
1. Peserta
didik memahami hakikat konsentrasi dan beberapa teori teknik konsentrasi.
2. Mampu
memainkan peran dengan baik sesuai dengan teks drama atau puisi.
Materi konsentrasi.
1. Hakikat
konsentrasi ialah menetapkan diri pada tujuan. Konsentrasi didapat dengan
berbagai cara untuk memulainya. Untuk memulai konsentrasi biasa digunakan
teknik yoga yakni konsentrasi pada pernafasan atau pandangan pada titik
tertentu. Konsentrasi yang benar bukan hanya terjadi saat melakukan yoga tapi
saat latihan peran atau pada saat di panggung.
2. Setelah
mengawali konsentrasi dengan teknik pernafasan. Mulailah kita melakukan latihan
membaca cepat sebuah puisi. Mulailah dengan puisi satu bait kemudian meningkat
menjadi lebih dari satu bait. Kemudian buat satu pementasan deklamasi puisi
tersebut.
3. Ambilah
satu bagian naskah yang anda suka. Pilih rekan sesame peserta didik. Baca cepat
bagian naskah terebut lalu pentaskan. Lakukan berulangkali dengan bagian yang
lain dalam naskah yang sama.
materi diatas memerlukan
pengembangan berdasarkan pengalaman pelatih.
Selamat berlatih.
Muharram. Generasi 19
Senin, 03 Februari 2014
Silabus Pelatihan Dasar-dasar Teater
Silabus Pelatihan Dasar-dasar Teater
Silabus ini merupakan pedoman
yang digunakan pelatih untuk pelatihan dasar-dasar teater. Diperlukan
pengembangan, kreasi dan pengalaman pelatih dalam melaksanakan pelatihan
berdasarkan silabus ini. Silabus ini bertujuan untuk mempermudah pelatih dalam
melakukan pelatihan dengan memperhatikan tahap pencapaian nilai minimal yang
harus dipahami oleh peserta pelatihan.
Model pelatihan dalam silabus ini
berdasarkan pedoman delapan unsur teater yang digunakan oleh Teater Kedok SMA
Negeri 6 Surabaya yakni ;
1. Konsentrasi
2. Pernafasan
3. Artikulasi
4. Vocal
5. Gerak
teaterikal
6. improvisasi
7. Imajinasi
dan ekspresi
8. Blocking
Selain kedelapan unsur tersebut
juga dijabarkan pengetahuan tentang hakikat dan sejarah teater sebagai teori
awal. Setelah mengenal dasar-dasar pelatihan teater pelatihan akan meningkat
menuju pelatihan pengembangan diri menjadi seorang tokoh akan dijabarkan dalam
silabus berikutnya.
Salam Budaya
Teater Kedok SMAN 6 Surabaya
Gerak Teaterikal
Tujuan Umum : membentuk pemahaman
terhadap gerak teaterikal secara teori dan praktek.
Tujuan Khusus : memberi pengalaman gerak
dalam panggung serta mengenal tubuh.
Waktu Pelatihan : disesuaikan dengan keadaan
peserta, pelatih dan instansi terkait.
Pelatihan :
1. Teori
gerak teaterikal
2. Pemanasan
3. Mengenal
tubuh
4. Membentuk
tubuh sebagai dunia
5. Membentuk
tubuh dan benda mati sebagai dunia
6. Membentuk
tubuh dan rekan sebagai dunia
7. Membentuk
tubuh, benda mati dan rekan sebagai dunia.
Pencapaian materi minimal :
1. Peserta
didik dapat menjelaskan teori dasar gerak teaterikal dan macam gerak.
2. Peserta
didik mendapat pengalaman gerak dalam berbagai bentuk dan cerita.
3. Peserta
didik dapat menggunakan tubuh sebagai dunia dengan nilai ekstetik tinggi
menurut pelatih.
Materi gerak teaterikal.
1. Teori
Hakikat gerak
teaterikal ialah semua gerak yang terjadi di panggung. Gerak ini tidak terbatas
hanya pada gerak meliuk-liuk tapi semu gerakan seperti berjalan atau menunjuk
suatu benda.
2. Pemanasan.
Lakukan
pemanasan dengan maksimal untuk mengurangi resiko cedera dan pelenturan badan.
Pemanasan bisa dilakukan sama seperti kita hendak berolahraga.
3. Mengenal
Tubuh
Kenali tubuh
anda mulai sendi terkecil d jari kaki dan tangan, sendi besar di lutut, siku,
leher dan punggung.
4. Tubuh
sebagai dunia
Setelah mengenal
tubuh lakukan pencarian bentuk untuk menyimbolkan sesuatu misalnya membentuk
tubuh menjadi angin atau daun. Mulailah dengan mersakan detail kecil hingga
bentuk ekstrim yang mampu ditahan oeh tubuh. Lakukan tablo beberpakali kemudian
dalam bentuk gerak.
5. Tubuh
dan benda sebagai dunia
Gunakan tubuh
dan benda (mulailah dengan yang mudah hingga tersulit untuk tubuh anda) untuk
membentuk sebuah perasaan. Misalnya tubuh dan kursi untuk menggambarkan
perasaan terbakar dalam gudang tua. Lakukan tablo beberpakali kemudian dalam
bentuk gerak.
6. Tubuh
dan rekan sebagai dunia
Kini lakukan
gerakan kecil, besar, halus dan kasar dengan menyatukan perasaan antara tubuh
dan rekan. Cobalah semua gerakan dan menyatulah. Mulailah dengan 1 rekan
kemudian tambah rekan sampai pada batas kemampuan dalam berkelompok. Mulailah
dengan tablo hingga begerak dan ciptakan sebuah cerita didalamnya.
7. Tubuh,
benda dan rekan sebagai dunia
Sekarang gabungkan
semua menjadi satu dalam panggung. Mulailah dengan tablo hingga begerak dan
ciptakan sebuah cerita didalamnya.
materi diatas memerlukan
pengembangan berdasarkan pengalaman pelatih.
Selamat berlatih.
Muharram. Generasi 19
Langganan:
Postingan (Atom)