Senin, 04 Februari 2013

Kridit


Kridit
Ku pinjam ajalku dari Tuhan
Lalu ku selipkan baik-baik di tumpukan buku.
Ku pilih sebuah buku tebal bersampul merah dan hitam
dengan pita emas sebagai pembatas

Yang diminta Tuhan cuma dua dari ku.
Fotocopy KTP dan BPKB sepeda motor 2 lembar
sebagai jaminan

Ku timang-timang ia tak henti tiap waktu
sambil menghitung mundur usiaku

Ah! beginikah rasanya beranak permata hati
layak inikah yang dirasa Abraham

Dalam tiap sujud hatiku ngilu
Kepala ku berat menyunggi nadzar yang belum
tercapaikan.

-Muharram, 14 juni 09-

Percakapan Malam

selalu kita asing mengunyah huruf-huruf
dan memuntahkannya
ketika pertikaian mulai mengalir dari kebisuan
membusungkan keangkuhan pada pilihan wujud ini

matamu membakar setiap persentuhan yang kumulai
kalau saja tak kauminta jantungku
tak ingin kupulang cepat-cepat
kutahu kau punya dongen terindah

selalu tertatih-tatih kaubenahi huruf
untuk memulai percintaan ini
matahari kehilangan wajahnya

kita semakin asing ketika duduk berhadapan
percakapan ini hanya lingkaran kenangan
membungkus mayat kering kita
di penguburan nanti orang-orang akan bercerita
dengan beragam dongeng pada anak-anak

sejak itu
tak lagi kuahami bahasa malammu
yang pernah kaupakai
meminang hari-hari yang kupinjam dari leluhur

1993

puisi Oka Rusmini

Sabtu, 02 Februari 2013

seri penyutradaraan : Komposisi


seorang sutradara itu seperti koki alias tukang masak. dia harus menentukan bagian bahan makanan yang akan dimasak sesuai dengan kebutuhan agar tercipta masakan yang lezat. lezat bukan hanya untuk lidahnya tapi juga lidah orang lain tentunya. sutradara harus mencipta komposisi dalam panggung seni pertunjukkan dimulai dengan detail berupa ekspresi, vokal, dan gestur pemain. berikutnya yang lebih besar ialah dekorasi panggung yang mencakup tata panggung dan pencahayaan. yang lebih besar lagi ialah movement atau gerak pemain. yang jauh lebih besar lagi ialah bloking. dan sang kakak tertua ialah komposisi. sekarang mari kita bicarakan movement hingga komposisi karena detail kecil telah dan akan kita bicarakan pada artikel lain.
movement atau gerakan ialah elemen dasar penyutradaraan sebagai perwujudan gambaran panggung dalam gerak laku seorang pemain. gerakan terdiri atas kejadian demi kejadian yang merupakan perwujudan gambaran yang terus beubah serta memiliki  nilai teknis dan nilai suasana hati tokoh yang dimainkan. 
gerakan dihadirkan oleh sutradara dengan maksud memberikan penekanan, keanekaragaman, dan pernyataan visual tokoh yang dimainkan. 
berikutnya ialah bloking. bloking ialah gambaran visual suatu naskah sebagai perwujudan nyata movement atau gerak yang disebabkan oleh dialog dan keterangan naskah yang menginstruksi pemain untuk bergerak atau movement. bloking bisa juga disebut sebagai gambaran visual emosi tokoh dalam bentuk gerakan-gerakan dalam satu bagian panggung ke bagian yang lain (lihat artikel Seri Penyutradaraan : Panggung).
bloking haruslah mencipta suasana, logis, dan bermotivasi jelas. semua itu diakibatkan oleh pergerakan pemain dan dekorasi panggung yang mendukung peristiwa dalam setiap adegan. bloking berfungsi secara dramatis dan tenis. fungsi dramatis bloking sebagai alat mentukan pola adegan dan sarana untuk mengembangkan kejadian, emosi, gerakan, ucapan, tempo dan klimaks. fungsi teknis bloking ialah mencipta komposisi panggung yang baik hasil penciptaan pola dan pengaturan bentuk visual di atas panggung.
sekarang baru kita berbicara mengenai komposisi karena tanpa pengetahuan mengenai gerak dan bloking, komposisi akan sulit untuk dimengerti. komposisi tercipta karena bloking yang merupakan sebuah struktur, wujud atau penggambaran sebuah kelompok. kelompok disini merupakan para pemain dan dekorasi panggung. komposisi ialah alat yang tepat untuk menyatakan perasaan, kualitas, dan suasana hati sebuah subyek melalui bentuk visual.
komposisi ialah teknik yang harus dimiliki seorang sutradara. komposisi bukan hanya untuk menyatakan cerita ataupun hanya sebuah konsepsi. tetapi komposisi lebih dari sebuah teknik yang harus dikuasai oleh sutradara. komposisi merupakan susunan pikiran manusia di dalam kelompok ketika berada di panggung dengan menggunakan penekanan, stabilitas, rangkaian dan keseimbangan untuk mencipta pernyataan kepuasan naluriah dan keindahan.
jadi sekali lagi, sutradara seperti seorang koki yang menentukan takaran bahan, bumbu, teknik, dan berapa lama semua bahan itu bisa disebut sebagai makanan lezat. komposisi bukan hanya dipikirakan per-adegan tetapi keseluruhan naskah. bagi sutradara yang menggarap naskah realis komposisi akan terasa lebih nyata kebutuhannya sebab penonton juga memiliki pengalaman secara langsung ataupun tidak dalam kehidupan sehari-hari. tetapi, pada naskah "gila" komposisi akan lebih luar biasa di eksplorasi oleh sutradara.

salam budaya
Muharram

Kamis, 31 Januari 2013

Seri Penyutradaraan : Panggung


kadang kita sering mendengar kata Panggung dan Pentas memiliki arti yang sama. akan tetapi, sebenarnya panggung dan pentas itu memiliki perbedaan walaupun perbedaan tersebut cukup tipis. mari kita lihat segi pesamaannya terlebih dulu. panggung dan pentas memiliki fungsi yang sama yakni sebagai  tempat pertunjukkan seni pertunjukkan, bisa drama/teater, tari, atau musik. 
sekarang kita lihat perbedaannya. panggung ialah sebuah tempat pertunjukkan seni pertunjukkan yang keberadaannya memiliki perbedaan ketinggian antara pemain dan penonton. sedangkan, pentas ialah tempat pertunjukkan seni pertunjukkan yang setera dengan penontonnya. kita bisa ambil contoh pementasan ludruk tradisional pada awal pementasan itu ada dalam masyarakat jawa zaman dulu.
simpan perbedaan itu, lalu pikirkanlah fungsinya. sebuah panggung atau pentas ialah media utama seorang sutradara dalam mewujudkan gagasannya. keduanya merupakan daerah permainan atau acting area pemain yang harus mendapat perhatian dan garapan sutradara secara maksimal.
sebuah panggung biasa dibagi menjadi sembilan bagian. tapi pada beberapa situasi yang memerlukan detail yang lebih oleh sutradara. tapi semua itu bergantung pada kebutuhan dan kemampuan sang sutradara tentunya. yang penting, seseorang yang ingin menjadi sutradara harus dan wajib mengenal serta mengetahui denah atau pembagian panggung. 
ini dia contoh pembagian panggung dalam sembilan bagian.

                                  --------PENONTON-----


A1


A2


A3


B1


B2


B3



C1



C2



C3

tiap bagian dalam panggung tersebut memiliki nilai dan maksud tersendiri. semua itu dilihat dari sudut pandang penonton. misalkan kita meletakkan dekor di C1 dan B3. maka, kekuatan dan makna dekor pada bagian B3 lebih kuat ketimbang C1. jika kita meletakkan level pada C1 kedudukan antara kedua dekor tersebut bisa sama kuat atau malah lebih kuat C1 bergantung pada ketinggian level pada C1. 
itu masih dekor yang merupakan benda mati. bila aktor yang ditempatkan dalam panggung. pembagian panggung akan lebih rumit dan kompleks karena komposisi panggung akan lebih ramai dengan adanya dekor dan pemain. pada zaman pertengahan ketika tokoh badut mulai dimunculkan sebagai penghibur raja yang bebas bertingkah dan berbicara ia selalu berada pada sisi 1 dan 3. itu dimaksudkan sebagai tokoh pembisik dan pengkritik paling keji seorang raja yang sering berada pada sisi 2. bagian samping juga biasa digunakan sebagai tempat terjadinya adegan percintaan atau pembunuhan. 
oleh karena itu, seorang sutradara akan sangat berhati-hati dalam penempatan pemain atau dekor. jika seorang sutradara tidak mengetahui anatomi panggung beserta nilai dan maknanya, dia akan menempatkan pemain hanya berdasarkan intuisinya saja. walaupun pementasan tersebut semewah apapun, namun akan kehilangan maknanya.
meski saat ini banyak sutradara muda membuang teori pembagian panggung yang dianggap kuno, dan lebih memilih teori panggung yang abstrak dan baru. tetapi, ia takkan pernah bisa melepaskan teori pembagian panggung "kuno" ini secara sadar ataupun tidak dalam bentuk panggung dan sudut pandang apapun. 

salam seni dan budaya. 
Muharram


Selasa, 29 Januari 2013

Buddha

seperti kenangan
yang tak lekas pudar

aku menyatu bersama
sukma yang mencari

mencari cinta
yang lekang dalam waktu

25 oktober 2012
catatan buku BUDDHA karya Deepak Chopra

kenapa pergi?

aku harus bertanya sekali lagi
apakah benar hatimu telah pergi?
jika, iya.
jika, iya,...
jika,...
benar seperti itu

aku memilih untuk menutup mata
menutup telinga, mulut,
dan semua yang membuat aku menyadari
bahwa kau memilih untuk pergi

kenapa kalau aku yang egois
dunia seakan berguncang dan menyingkirkan aku?
kenapa kalau aku yang memilih
seluruh manusia seakan menyita nafasku?
kenapa ketika kau memilih pergi
dan seluruh alam seakan bersemi penuh bunga?

aku bertanya mengapa
dan jawabannya ialah belati dalam kata

kekasih, jika kau memilih untukku pergi
harus kemana aku akan menyambung mimpi?

30 januari 2013

Senin, 21 Januari 2013

surat Rana untuk Ferre


tak ada yang saya sesali. saya harap kamu
juga demikian
tidak ada cara yang mudah untuk mengatakan
ini semua. saya yakin kamu mengerti
dan tak ada yang saya cintai lebih dalam
selain perasaan indah yang pernah kita miliki
(dan semoga masih akan terus kita miliki). tapi
saya bukan puteri yang kamu cari
di satu titik, perasaan indah itu telah
mengkristal, dan saya akan menyimpannya.
selamanya.

kamu adalah yang teristimewa, Ferre.
kamu telah memberi saya kekuatan untuk
mendobrak belenggu itu. sekarang saya bebas.
tapi, tidak berarti kita harus berjalan bersama.
izinkan aku kembali berjalan di setapak kecilku

Rana.


*catatan buku "Supernova : Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh. keping 23. karya Dewi Lestari.

Partikel

jadikan debu ini
menyatu bersama peluh
biar jelaga lengket dikulit
akan ku basuh nanti
dengan air pagi hari
dan segelas cahya bulan

21 april 2012
catatan buku ,Supernova : Partikel, karya Dewi Lestari

Senin, 07 Januari 2013

Catatan buku Ring Of Fire karya Lawrence Blair (1)


"entah itu karena tipuan Proyeksi Mercator, atau karena chauvinisme alami para pembuat peta, Indonesia jarang ditampilkan dalam proporsi sejatinya, atau malah tidak muncul di peta. dalam 5 juta persegi samudra, dan merentang lebih luas daripada ke-48 negara bagian Amerika Serikat di benua Amerika, kompleksitas Indonesia dari sei geografis, hukum, dan linguistik menjadikan sebagian besar wilayahnya nyaris tidak pernah didatangi siapapun selain para pengelana asing paling keras kepala, bahkan sampai saat ini. bahkan Belanda, yang menjajah bangsa tersebut lebih lama daripada negara-negara barat lainnya, lebih berminat mendirikan pos-pos perdagangan daripada mengeksplorasi, dan mereka mendelegasikan wewenang mereka kepada para kepala suku setempat, yang lantas mendelegasikan juga wewenang mereka kepada bawahan-bawahan mereka, sampai-sampai masih banyak sekali orang Indonesia yang belum pernah melihat orang eropa sebatang hidung pun. sejak kemerdekaan diakui pada 1949, pemerintah Indonesia, yang berbasis di Jawa, telah mencoba mengendalikan wilayah negara yang luas, salah satunya dengan cara mempersulit orang-orang Indonesia sendiri untuk bepergian dengan bebas di negara mereka sendiri. oleh karena itu, sebagian besar negeri tersebut masih belum diketahui, oleh dunia maupun oleh penduduknya sendiri."

satu alenia bagian awal buku ini membuat saya berfikir. kok bisa? emang gitu? pantesan,..
kok bisa? pertanyaan  awalnya kok bisa Indonesia yang begitu luas dilupakan oleh para pembuat peta? ini menyakitkan buat saya dan para nasionalis (saya ga yakin kalau para "KoreaLovers" n "BritisVaganza" merasakannya juga). apa karena Indonesia itu negara miskin? karena Indonesia juarang banget berprestasi? atau gara-gara PSSI-nya ribut terus? atau malah karena Indonesia surganya para koruptor?
tapi dengan alasan apapun, saya tetap sakit hati.
emang gitu? Belanda emang cuma meras susu ibu pertiwi. kemajuan apa yang Belanda kasih ke kita? mereka malah mewariskan sifat korupsi yang sekarang sedang jadi trending topik para pejabat di negara ini. para pemimpin bukannya bekerja untuk rakyat, tapi malah rakyat yang diminta kerja keras banting tulang jual darah demi memuaskan hasrat mereka pada uang, tahta dan wanita. kenapa coba, Aril NOAH dipenjara sekian tahun gara-gara aksi "upin-ipin" sementara kalau yang jadi "upin" pak Bupati atau Anggota DPR kasusnya malah ditutup-tutupi. sampai-sampai pas rapat ada anggota yang nonton BOKEP!!!! apa gak kelewatan itu orang. yang pantas disalahkan disini bukan Belandanya, tapi pola pikir orang-orang kita terutama para pemmpinnya. kasian dong kalau jadi pemimpin di negeri ini karena pasti didemo dan dihujat. tapi rakyat yang "waras" gak mungkin mendemo dan menghujat pemimpin yang amanah. itu pasti.
pantesan,.. jalan, jembatan, dan kapal ferry di negeri ini sudah tua renta, jelek, bahkan rusak parah. negara bukannya membangun jalan dan jembatan yang baik, kokoh, dan bagus demi kelancaran perekonomian, pemerataan pendidikan misalnya. uang negara yang sudah sedikit itu malah buat jalan-jalan keluar negeri, bayar gaji plus tunjangan para pegawai negeri yang kerjaannya cuma "morotin" rakyat biasa atau malah buat beli mobil mewah plat merah yang ujung-ujungnya malah jadi plat hitam.

yah, buat para warga negara Indonesia yang "mangkel" dengan ini semua, saya cuma bisa bilang "sepurane,mas"

salam budaya Indonesia!!!