Selasa, 01 Januari 2013

Madu



Madu

madu,
kita telah berjanji menjadikan diri untuk satu
sebuah mimpi yang kita jaga, sampai
jiwa lain menarik satu untuk pergi

mari kita lari pagi
menjemput matahari yang bermalasan
kalau perlu kita tarik ia
berdua kita pegang tali hati
menjadikan semua jadi kita

lihatlah disana, madu
penjara kita terbuat dari terpal
kabel-kabel terjuntai sebagai jeruji
tak ada televisi atau wifi
takkan sempat mesin pencuci hampiri
bahkan bunyi gemerisik gelombang aus pun
hanya mengambang di angan

aku punya hati penuh janji
hati untukmu yang memang telah terbagi
dan janji yang kan kuusahakan
terbayar lunas dengan setiap senti bunga yang gelora

maduku,
cinta ini kita kaitkan dengan mimpi

mari tarik berdua.
aku didepan sebagai mata
kau dibelakang yang siapkan bekal dan setia

-muharram, 23 jan 10-

Karena Sebab


Karena Sebab

Karena hidup tak bisa ditolak
Aku memilih balak
Melengkapi tiap bagian dengan siak

Sebab manusia ialah alami
Lembaran baru tang tiap hari berganti
Kapak dan tali

Karena hidup tak busa dipalak
Aku mengawini talak
Menyendiri dari manusia jalak

Sebab hidup tak hendak di maki
Aku dipilih tetap disini
Tersiksa dan sendiri

Karena hidup dapat diakhiri
Aku diam sendiri
Melengkapi kematian dengan imaji.


maret-april 2006

Ketika Aku Bunuh Diri



Ketika Aku Bunuh Diri

aku berasap mencoba sampai pagi
kabut tipis ini seakan memanteli diriku
yang sendu pada Tuhan
menanyakan bagaimana sebuah hati
bisa sekeras itu.

ia melepasku sendiri

tahun-tahun berlari estafet
meninggalkan teriak lantang penonton
-manusia berwajah matahari-
tak sampai jua aku pada dia
pemegang tongkat berikutnya

sepotong mangga ranum tergeletak di atas meja
menanti tanganku yang riuh
bawa sangkur untuk belah

adilkah?
sangkur dan spotong mangga

dengan sangkur dan bungkusan tembakau gila
di tangan kiri kanan
aku mulai mengeja lagi derap-derap langkah
yang lalu
membacanya kembali
ku lihat kehebatan bodohku dan tertawa

bulan mulai dimakam awan
tetap terjaga aku berselimut kelam
muntahkan ia untukku.

mungkin pagi tak datang esok hari
langsung siang!
membakar tubuhku yang peluh

ah!
tak ada sarapan pagi.
tak ada pula santap malam
sebab sangkur telah telah terpasang di badan

tak peduli lagi kau akan datang.
muncul dengan karangan kembang dan puisi

aku memilih kebumi

-muharram,09-

Surat Untuk Ibu


Surat Untuk Ibu

assalamualaikum, ibu.

telah kukirim beratus cahaya.
sampaikah?

lewat waktu ini anakmu ingin mengiba.
menghatur rindu yang berjuntai kemana
dibakar makin terasa ada.

ibu,
masihkah sepi kau berdiri?
senyumkah kau menerima hadiah malam dariku
atau,
menangiskah engkau diasapi malu karenaku.

ibu. dalam pelukmu yang menganga kasih
aku serahkan diri menanti senyummu yang syahdu

tahukah kau, wahai ibunda
akan ada darahmu yang kan mengalir setelah ini.
yang menyatukanku dengan dia yang mengenal mudamu
yang akan mengembangkan pinak kami jadi milikmu kedua

ibu,
sampai sini saja kali ini.
esok malam kita kan bercanda
saling lempar kalimat-kalimat gurau sampai senja mati.

-muharram, 10 10 09-

Kamis, 27 Desember 2012

Matahari

aku seperti mengejar matahari
ketika makin dekat jarak
tubuh kian tersiksa
nyawa perlahan tinggal berai

kini aku yang diam
ku jaga jarak antara daya dan upaya
membentuk diri untuk bertahan
tapi matahari kini yang mendekat
menyengat dan membakar

aku butuh jaak yang nyaman
dengan Matahari
aku ingin nafas yang semi

matahari ditarik padaku
membakar perlahan diri jadi abu
menyiksa hatiku dan mulikmu
yang kubawa serta bersama mimpi untuk bersua


17/09/10

Dan #3

Aku berjumpa denganmu
menemukan sisa cinta
dan aku terluka

Rabu, 19 Desember 2012

gestur dalam berlatih

kali ini saya ingin membahas mengenai gestur tubuh aktor saat berlatih. gestur tubuh yang saya maksud disini ialah bentuk fisik seorang aktor dalam memainkan sebuah lakon.
mulailah dengan memahami karakteristik lakon dan tokoh yang akan dipentaskan. biasanya karakteristik lakon dan tokoh ini dapat kita pahami melalui pemahaman pada naskah dan arahan sutradara. 
sutradara akan memberi batasan-batasan yang dapat dieksplor oleh para aktornya. para aktor harus menciptakan dunia lakon dan tokoh dalam panggung latihan dengan serius dan yakin.
ketika awal pelatihan menuju pementasan biasanya saya meminta para aktor saya untuk membuat sebuah bentuk gestur tubuh dalam keadaan tablo atau diam. bila gestur aktor tersebut sudah memenuhi batasan-batasan yang saya berikan maka akan masuk dalam tahab berikutnya.
tahap pertengahan ialah berjalan. tablo sebagai tahap pertama berfungsi sebagai pengenalan karakter kepada penonton ketika aktor memulai pementasan. setelah mengetahui karakter awal tokoh, penonton dipertegas lagi oleh sang aktor bahwa ia ialah tokoh "A" melalui cara dia berjalan atau bergerak.
tahap akhir pelatihan gestur ialah dialog. dialog yang dilakukan oleh tokoh membutuhkan sikap badan tertentu sehingga memantabkan karakternya.
yang perlu diperhatikan aktor dalam berlatih gestur ialah usia, jenis kelamin, tempramental, kelainan fisik, dan cara berbicara tokoh yang akan dimainkan.
seperti kata stanislavski, seorang aktor jangan terlena dalam satu cara dalam berlatih menjadi seorang tokoh. pilihlah beberapa teknik dan opsi dalam memainkan seorang tokoh sampai menemukan yang pas sesuai permintaan sutradara. jangan pernah merasa puas dan teruslah mencari

salam budaya
untuk teater kedok

Jagung Bakar Arang

ibu,
kali ini aku bawa sebelas jagung
yang kau bakar dengan bara seadanya
semoga laku tinggal bakulnya saja

aku tahu kau menahan panas
percikan bara arang hanya untuk hidupku
kehidupan yang tercipta dalam tubuh legammu

ibu,
kemarin sore hujan gerimis
aku lihat Siti dan kawan-kawan
jalan-jalan di trade center
manis betul dia
ia bawa tas cantik berkilau
dengan tas jinjing penuh belanja
aku hanya tersenyum malu
berjalan lurus dengan membungkuk
berusaha menghilangkan bakul penuh jagung
aku hanya merasa malu,ibu

aku iri padanya, ibu
Siti. gadis tetangga yang bisa mengecap
manisnya cinta SMA
hanya karena bapaknya masih ada
masih menafkahi ibunya
Siti. gadis tetangga yang pakai tas cantik
dan tas jinjing penuh belanja
aku iri, malu dan menangis dalam senyum sore grimis itu.

ibu,
tabungan kita sudah berapa?
cukupkah untukku kembali sekolah?
sebab beasiswa hanya untuk yang pandai dan tidak beruang
sementara aku hanyalah gadis muda tak pandai dan tak beruntung
tapi aku juga masih punya cita-cita, ibu

ya, ibu
cukup sajalah aku sekolah
tak perlu tas cantik
tak perlu tas jinjin penuh belanja

apa aku makin menyesakkan dadamu,ibu?
aku bertanya bukan untuk menindihmu makin berat
aku hanya ingin tahu seberapa dekat aku dengan mimpi
mimpi kembali mengenakan seragam kelabu
mimpi memakai kembali sang sepatu usang
mimpi saat semut-semut bertanya apakah aku sedang jatuh cinta

aduh!
sial betul kaki telanjang ini
kenapa tak lihat putung rokok masih membara
hingga telapak kaki ini mesti melepuh
mekar seperti jagung bakar yang matang

ibu,
boleh aku minta satu hal lagi?
aku ingin bapak kembali
agar ia menikahkan aku dengan syariat yang benar
menjadikan aku sepertimu

dirimu, ibu
wanita yang memilih menjadi ibu pembakar jagung
wanita yag senang hati menjadi penitipan kehidupan
kehiupan diantara paha dan dadamu

aku ingin menderita sepertimu,ibu
bahkan lebih hebat
menderita karna bara dan jagung bakar tak laku
menderita karna hinaan tukang tagih hutang
menderita karna dinginnya malam di bawah pohon
tiap hari kita terlelap


muharram, 7-20 desember 2012


Jumat, 14 Desember 2012

waktu debu

seberapa lama kau ingin
     aku mencintaimu, kekasih?

cinta utuh yang dulu ku genggam
mulai dilebur angin
menjadi debu yang kuhisap kembali

cinta tak terhingga itu
     tinggal setengah saja ditangan
setengah didalam darahku

setengah dibadan inipun
    mati dan berkembang

kekasih, seberapa lama kau bertahan mencintaiku


-muharram, 7 des 12