rindu sekali
rindu sekali
rindu sekali
rindu sekali
rindu sekali
rindu sekali
rindu sekali
kalian yang mengembangkan dada
jadi segala rasa bangga, bahagia, segala
wahai, jantung hati belahan jiwa
datanglah,
muharram, 28/9/12
Jumat, 28 September 2012
BERHALA CINTA
aku penyembah berhala
bernama cinta
sebuah gaib yang terasa begitu nyata
menyayat hidupku dengan syair-syairnya
menerkam segala keberadaan menjadi aku dan dia
aku penyembah berhala
bernama cinta
dengan segala syarat dan rukunnya
menyentuh tanah berdebu
menenggak air berasap
menampar diri hingga berdarah
menjual yang ada demi kesatuan dengan cinta
diri-segala jadi penyembah berhala
bernama cinta
penerimaan utuh jadi ibadah
perjuangan darah sebabkan nikmat syurga
akulah penyembah berhala
bernama cinta
dengan ALLAH sebagai penciptanya
muharram, 9 juli 2012
bernama cinta
sebuah gaib yang terasa begitu nyata
menyayat hidupku dengan syair-syairnya
menerkam segala keberadaan menjadi aku dan dia
aku penyembah berhala
bernama cinta
dengan segala syarat dan rukunnya
menyentuh tanah berdebu
menenggak air berasap
menampar diri hingga berdarah
menjual yang ada demi kesatuan dengan cinta
diri-segala jadi penyembah berhala
bernama cinta
penerimaan utuh jadi ibadah
perjuangan darah sebabkan nikmat syurga
akulah penyembah berhala
bernama cinta
dengan ALLAH sebagai penciptanya
muharram, 9 juli 2012
Senin, 17 September 2012
Indonesia
indah begini rupa
aku lupa segala resah
Indonesia!
ibu setiap rumput
menyebarkan kehidupan begini rupa
ah! indah begini rupa
tak hanya saat hujan
tak hanya saat kemarau
saat bencanapun terasa indah
tinggal manusia yang berlaga
merampas segala jadi harta
mencabut segala yang tertanam
menghisap segala yang hitam
Indonesia!
sabang merauke jadi satu
terlipat dalam memori merah dan putih
terbang bersama sayap garuda
tinggal manusia berlaku
harta jadi segala alasan
tercerabut segala ideologi
Tuhan segala di jual-beli
menghitam segala pikiran
anak-remaja tinggal dansa
yang tua tinggal kuasa
anak-remaja tinggal bergaya
yang tua tinggal curi sini-sana
bagaimana rumput tetap hijau?
bagaimana pohon tetap tertanam?
bagaimana mineral tetap mengalir?
bagaimana harga diri dan malu terjaga?
Indonesia!
susu jadi racun dan uang belaka
miskin jadi fakir belaka
pencuri jadi perampok belaka
harga diri jadi murah alang-kepalang
Tuhan jadi tameng senjata belaka
Indonesia!
maafkan manusia ini
muharram, 16 juli 2012
aku lupa segala resah
Indonesia!
ibu setiap rumput
menyebarkan kehidupan begini rupa
ah! indah begini rupa
tak hanya saat hujan
tak hanya saat kemarau
saat bencanapun terasa indah
tinggal manusia yang berlaga
merampas segala jadi harta
mencabut segala yang tertanam
menghisap segala yang hitam
Indonesia!
sabang merauke jadi satu
terlipat dalam memori merah dan putih
terbang bersama sayap garuda
tinggal manusia berlaku
harta jadi segala alasan
tercerabut segala ideologi
Tuhan segala di jual-beli
menghitam segala pikiran
anak-remaja tinggal dansa
yang tua tinggal kuasa
anak-remaja tinggal bergaya
yang tua tinggal curi sini-sana
bagaimana rumput tetap hijau?
bagaimana pohon tetap tertanam?
bagaimana mineral tetap mengalir?
bagaimana harga diri dan malu terjaga?
Indonesia!
susu jadi racun dan uang belaka
miskin jadi fakir belaka
pencuri jadi perampok belaka
harga diri jadi murah alang-kepalang
Tuhan jadi tameng senjata belaka
Indonesia!
maafkan manusia ini
muharram, 16 juli 2012
Jumat, 31 Agustus 2012
kawan
kretek saja tak cukup
butuh kalian untuk lebih baik
detik-detik ini ialah lapar yang terobati
kawan,
kita gandeng diri dengan sahabat
sambil memeluk kekasih
kita nikmati dunia dengan cinta
butuh kalian untuk lebih baik
detik-detik ini ialah lapar yang terobati
kawan,
kita gandeng diri dengan sahabat
sambil memeluk kekasih
kita nikmati dunia dengan cinta
Saya
ada banyak mimpi
terbuang jadi debu
aku pernah bermimpi begitu manis
menatap dunia dengan cahaya berkilau
diantara banyaknya gelap yang menyelimuti
ada banyak mimpi
terbuang jadi segala
aku pernah bermimpi amat indah
menyelami surga berpalung warna
seisi lain hanya hitam
hidup
hidup
hidup
hiduplah dalam duri
muharram, 1 september 2012
Selasa, 28 Agustus 2012
Kangen
sudah berapa lama kekasih?
sejak terakhir kau kemari
membawa serantang penuh nasi-tempe
hari itu kau pulang
membawa setumpuk cerita
dengan tangis sebagai bahan utama
kekasih, aku ingin bertemu
seberkas cinta sudah cukup
memenuhi inginku
di seberang laut
ya. di seberang laut
mungkin kau bermimpi
membunuhku dengan belati
mungkin marah itu membakar cinta lama
mungkin dendammu membelotkan imaji
kekasih, aku ingin bertemu
28 agustus 2011
sejak terakhir kau kemari
membawa serantang penuh nasi-tempe
hari itu kau pulang
membawa setumpuk cerita
dengan tangis sebagai bahan utama
kekasih, aku ingin bertemu
seberkas cinta sudah cukup
memenuhi inginku
di seberang laut
ya. di seberang laut
mungkin kau bermimpi
membunuhku dengan belati
mungkin marah itu membakar cinta lama
mungkin dendammu membelotkan imaji
kekasih, aku ingin bertemu
28 agustus 2011
Kamis, 09 Agustus 2012
Sayang Apa Kabar?
Sayang apa kabar?
Malam saja buat gelap
Hati jua jadi nelangsa
Membayang dinda yang menanak nasi
Mencium aroma matangnya
Hingga terasa lapar ini telah lama
Sayang apa kabar?
Kau baik saja mesti
Bukan dapur yangkan memcelakai
Bukan api. Bukan belati
Tapi uap nasi
Sayang apa kabar?
Anak-anak mesti tlah pergi
Kita tinggal sendiri bersenandung
Bernyanyi lagu lama
Kita sama lupanya
Sayang apa kabar?
Kenapa tanak nasi tak sampai jua di lambung
Bau saja tak redakan dentumnya
Masyallah!
Lupa aku kau telah pergi damai sendiri
Muharram-10 april 2012
Belahan Jiwa
Jadikan diriku dirimu
Jadikan hatiku hatimu
Jadikan hidupku hidupmu
Jadilah segala atas segala
yang kau inginkan
dan Berkacalah,
Diseberang aku pun berkaca
9/8/12
Jadikan hatiku hatimu
Jadikan hidupku hidupmu
Jadilah segala atas segala
yang kau inginkan
dan Berkacalah,
Diseberang aku pun berkaca
9/8/12
Sabtu, 04 Agustus 2012
Manisku,
Seperti malam yang gerimis
aku membasahi dirimu dalam rintik rindu.
Apakah kau juga tahu,
ketika hati berbuih gelung syahdu
Ada namamu yang bergelayut
menampar diriku.
Manisku,
Muharram,2011
aku membasahi dirimu dalam rintik rindu.
Apakah kau juga tahu,
ketika hati berbuih gelung syahdu
Ada namamu yang bergelayut
menampar diriku.
Manisku,
Muharram,2011
Langganan:
Postingan (Atom)
