Kamis, 05 April 2012

Kesepian


kesepian

yang ku baca juga mulai lelah
terpaku sendiri menekuk lutut.
harus ku apakan merah ini? Sementara awan ekstasi tak jua menari.
tak ada siapa ktka mata ku tutup
hanya sepasang bolpoin dan kertas tersandar malu
aq sepi.

-muharram, feb 10-

Jumat, 30 Maret 2012

Penyanyi Malam

bu, ini sudah malam

silahkan pulang dulu

nanti pagi-pagi sekali  sudah harus disini, tapi

 

malam ini suara ibu habiskan

besok malam kan datang kembali

sedang besok pagi pun suara tak pakai

sebab tangan dan badan jadi haluan

 

bu,

nasi bungkusnya jangan lupa dibawa

anggap saja sarapan sekaligus makan malam

saur dan berbuka

biar badan yang sendiri itu sepi saja

kan tak ada orok lagi yang kembali

kan tak ada suami lagi yang keloni

kan hampa saja hidup bila tak kerja begini

 

jadi pelayan kasar di pagi jelang senja

jadi pelayan suara di senja jelang pagi

 

Ibu, nyanyikan sekali lagi

Muharram. 13 maret 2012

Kalah Setiap Hari

Aku kalah setiap hari
Setiap malam yang mendatangkan bulan

Setetes saja buat segala ada
Akupun ngada(ada)

Ah! Senyum macam inikah yang dinanti?
Hati lebam dipukul kecut ramah-remeh kewajiban

Aku kalah setiap hari
Sejak pertama suara tak terdengar
Sejak pertama senyum hambar menampar
Sejak kidung syahdu hanya berima dor rer mir far soler lar sir dor

Aku kalah dan menepi

Muharram maret 2012

Minggu, 04 Maret 2012

Cinta Bahagia

Aku ingin ciinta
Sebanyak dirimu menginginkannya
Hangat tanpa rasa berlebihan
CukuP itu saja
Dan aku kan bahagia denganmu
Dan kau kan bahagia denganku

28feb 12

Selasa, 07 Februari 2012

Sampai dimana aku bercerita,nak?
Sebab usia dan dosa menumpuk buat aku lupa

Lupa akan indahnya kejujuran dalam miskin raga
Karena kebohongan buat kita kaya seperti ini

Nak,...
Anakku yang lelaki
Penerus hidup
Penenun masa tuaku

Jangan lagi kau baca apa-apa dariku
Sebab hanya kesalahan saja yang menyelimuti
Matahari-tahari berlalu hanya tipu
Bacalah lagu bundamu yang setia menanti

Nak,...
Anakku yang lelaki
Penerus hidup
Penenun masa tuaku

Jagalah diri agar tua lebih cepat
Di tua itu bukan umur saja
Tapi kematangan hidup
Agar kelak dirimu dirasa bijak oleh sebangsa
Dirasa patut oleh yang muda
Dan dirasa cukup oleh anak bini

Anakku lelaki
Pesan ini untukmu
Biarkanlah adik perempuanmu itu
Biar ia jadi pelacur samapai muda kembali
Aku hanya peduli padamu

Nak,...
Anakku yang lelaki
Penerus hidup
Penenun masa tuaku

-ham, 7 februari 2012-

Sabtu, 04 Februari 2012

tuhan aku marah

Tuhan aku marah

Tuhan, aku marah padamu
Segenggam beras lalu kau beri
Kau airi kini hingga tak berasa
Anak bini tinggal satu satu saja
Tetap tak mampu bahgia hadapi

Tuhan, bolehkah aku marah padamu?
Jiwa ini milikmu. Tapi aku merasakan sakitnya raga
Aku meregang hati demi genggaman yang nantinya
kau ambil kembali

Tuhan, aku tak pantas marah padamu.
Aku marah pada anak bini
Aku bikin mereka jadi kuda lumping
Aku suruh mereka makan beling
Aku pecut istri tak peduli bunting
Aku lempar anak hingga pelanting
Aku bakar diri hingga jadi keping

Muharram, 4 februari 2012

Senin, 23 Januari 2012

Arti BUlan



Arti Bulan

Bulan,...
adakah arti yang terpendam darinya
selain jiwa yang hadir kerena tak ada
matahari yang memeluk hari?
ataukah ia hanyalah sepi
yang tak teraba pikuk ramai hati?

Menanti. mengintip di celah awan
sembari tersenyum dengan muka penuh arang

Tak ada untuknya. hanya sendiri

kadang memang aku melihat bulan
berteman bintang muda suatu hari.
bintang itu berpendar cemerlang disisi
bulan
yang ngeri terpedaya pada kasih

Bulankah yang dinanti?
ketika matahari dan bintang
menghias jagat dengan cahya
ketika gelap telah terterang
bohlam dan pelita api
ketika senyap diganti
mimpi yang gelisah basah

Bulankah yang ditunggu?!

aku mulai mengerti
mengapa bulan itu terbagi,
terbelah
sebab ia tak benar-benar dikehendaki
sebab ia hanyalah keping yang menggati
bukan untuk melengkapi

Maka, jangan jadikan aku bulan
bila aku hanya kau jadikan semacam itu
jadikan aku matahari siangmu dan malammu
atau tidak sama sekali.

2 september
2008

Mimpi Dengan-Mu


MIMPI DENGAN-MU


Aku bergetar sahdu memanggil nama-Mu
Selewat nafas yang menanti restu

Aku raga rindu ungu langit-Mu
Menggapai sepi jadi angan penuh dusta

Aku sunyi dalam rengkuh-Mu
Mendayung hampa jadi telaga

Jadinya, aku tanpa sepi yang bergelantung
Mengambang laksana awan tanpa tuju
Meraih mimpi kecil tuk jaya
Mengikatnya pada pohon hati
Yang menangkisnya jadi nyata

Aku,…
Ingin malam dengan-Mu
Berganti cahya biru pagi surya-Mu

30 Agustus 2008

Ketika Ku Mencintaimu


Ketika Ku Mencintaimu

Ketika ku mencintaimu
Ku ingin kau tahu
Ada celah dihatiku yang tak tersentuh.

Jangan tanya celah itu siapa
Celah itu ada karena aku tahu
tak ada yang 'kan selamanya.

Ketika ku mencintaimu.
Kukan memelukmu tak lama
dengan hangat yang merayap pergi

Bukan aku hendak larikan diri
Tapi aku bersiap tuk tak jatuh
Saat kau dan aku terluka dalam sedih

Ketika ku mencintaimu
Bunga mawar 'kan ada bersama kita
Ditengah pekarangan yang kita bangun
berdua
Agar tak lena kita pada suka
Yang menyimpan luka

Ketika ku mencintaimu
Cintailah diriku seperti
yang kau mau
tapi tidak dengan cinta menyerang
Cintailah aku dengan keseimbangan
yang ku tahu ada padamu,kekasihku.

2008